Untuk kesekian kalinya saya tulis pengalaman saya ini, selalu saja bingung memilih satu judul yag tepat di antara keduanya.
Kejadian ini saya alami di sekitar tahun 2002. Sebulan sekali, minggu sore saya melakukan perjalanan menggunakan bis patas dari Gombong, kota kecil di pesisir selatan Jateng menuju Bawen, untuk selanjutnya meneruskan ke kota salatiga, tempat saya bekerja saat itu.
Seperti biasa, saya beli tiket pemberangkatan terakhir sekitar jam 6 sore dan biasanya sampai Bawen jam 10 malam. Karena bis berangkat dari Pool, saya selalu bisa memilih kursi terdepan pas di belakang sopir, tidak ada alasan khusus memilih bangku tersebut, selain biar bisa melihat jalan dan bertanya kepada sopir sudah sampai mana seandainya terbangun saat tertidur. Sudah menjadi kebiasaan, setelah sekitar setengah jam bis berjalan, saya pasti akan tertidur. Akan terbangun saat memasuki perhentian agen di Purworejo (karena pedagang asongan diijinkan masuk di agen ini). Saya beli beberapa makanan dan minum. Setelah meninggalkan Purworejo pasti saya akan tertidur lagi dan pasti terbangun ketika memasuki Ambarawa. Seolah seperti jam digital yang terprogram, semua waktu tersebut akan selalu tepat dan selalu begitu.
Suatu saat apa yang saya alami berbeda dari biasanya. Sejak berangkat dari pool, badan terasa capai sekali. Berpuluh-puluh kali saya menguap dan merasa ngantuk, mata terasa berat. Tetapi sekuat apapun saya pejamkan mata dan berusaha tidur, keinginan itu tidak juga terwujud. Keinginan yang sederhana, saya ngga minta neko-neko! Saya hanya ingin tidur ! kok susah?
Saya coba bersabar, berdoa minta bisa tidur, saya pasang earphone di pda dan mendengarkan beberapa musik dengan harapan bisa tertidur, tetapi tetap tidak bisa tidur! sampai akhirnya sampai juga bis di agen purworejo. Saya beli beberapa makanan dan minuman, seperti biasa. Keluar Purworejo, kira-kira jam 9 malam, rasa kantuk makin menjadi, saya berdiri dan melihat ke arah penumpang lain, gila! Semuanya sudah tertidur!! Termasuk kenek yang memilih pindah di bangku belakang untuk tidur! Untuk ketiga kalinya saya berdoa (dan kali ini dengan umpatan *** yang tidak layak kepada Tuhan!)
Tuhan saya itu cuma minta bisa tidur!!
Ketika bis memasuki daerah patal Secang dimana jalanan mulai berkelok dan menanjak dipinggiran jurang, saya merasa ada yang aneh. Jalanan di depan sana berbelok menanjak ke kiri kenapa bis malah mengarah ke kanan, bukankah di sebelah kanan adalah jurang!! Seketika saya berdiri dan lihat si sopir. Gila! Matanya terpejam, dia tidur!! Sontak kepalan tangan kanan saya pukulkan keras-keras ke pundak sopir sambil berteriak “Mas!! Jalannya naik ke arah kiri!!. Sopir terbangun dan untung masih bisa segera mengendalikan bis. Saya pindah duduk ke atas kap mesin di samping sopir. Sopir saya paksa makan semua sisa makanan dan minuman saya, termasuk saya paksa merokok meskipun saya tanya dia bukan perokok, dan pada saat itu, meskipun saya berteriak, tidak ada seorang pun penumpang yang terbangun dari tidurnya. Hanya saya dan sopir. Sontak rasa kantuk saya hilang, cerita dan obrolan gak perlu keluar semua dari mulut saya untuk menjaga sopir tetap terjaga. Fiuh….
Meskipun berjalan lambat, sampai juga bis di Bawen, sekitar jam 1 pagi. Sebelum turun, saya tonjok bahu penumpang di dekat pintu keluar untuk menggantikan saya duduk di kap mesin. Sekitar jam 2 pagi saya sampai di kos salatiga. Kembali saya berdoa, kali ini terisi syukur sekaligus penyesalan dan minta maaf untuk yang seharusnya tidak perlu terjadi tetapi terlanjur saya lakukan.
Pagi hari sesampai di kantor, saya tunggu loper koran Suara Merdeka pagi itu di gerbang depan, begitu datang koran saya bolak-balik dan tidak saya temukan ada berita kecelakaan bis malam tadi. Saya merasa menjadi malaikat tadi malam.
So?
Kalau ditanya mau menjadi malaikat atau setan?
Selama anda masih bisa memilih, jadilah malaikat!
Setidaknya untuk satu orang dalam sehari. Suami / Istri anda, anak, rekan kerja dll.
Atau hanya penyesalan yang akan datang dan anda sudah terlambat untuk memperbaiki pilihan! Menjadi malaikat adalah sesuatu yang indah!
Ucapkan syukur dan sampaikan permohonan anda kepada Tuhan. Dan yakinlah
Tuhan memberikan yang anda butuhkan, meskipun belum tentu sesuai dengan yang anda minta.
Seandainya Tuhan mengabulkan doa saya pada malam itu??



Recent Comments